Hanya Lulus SD, Eka Tjipta Widjaja (Bos Sinarmas) Jadi Orang Terkaya ke-4 di RI



Liputan6.com, Jakarta - Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia pada 2015. Salah satu yang masuk dalam daftar adalah pemilik perusahaan Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja. Dengan kekayaan US$ 5,3 miliar atau setara Rp 74,7 triliun (Kurs Rp 14.109/dolar), Eka menjadi orang terkaya keempat di Indonesia.

Kini, Eka masuk salah satu pengusaha yang kekayaannya harus terpukul dampak harga komoditas. Sebab itu, kekayaan pria yang kini berumur 91 tahun itu turun dari tahun lalu. Forbes menaksir, kekayaan Bos Sinarmas ini mencapai US$ 5,8 miliar sepanjang 2014. Itu artinya, karena harga komoditas yang anjlok, Eka kehilangan US$ 500 juta.

Harga komoditas di tahun ini memang tengah mengalami masa suram, seiring dengan melambatnya perekonomian. China, yang menjadi salah satu tujuan utama ekspor komoditas asal Indonesia mulai mengerem impor, yang menyebabkan penurunan harga komoditas.

Menurut laporan Forbes, yang dikutip Jumat (11/12/2015), inti bisnis dari sumber kekayaan Eka berasal dari perkebunan kelapa sawit.

Eka mempunyai perusahaan Golden Agri Resources, yang memproduksi kelapa sawit. Masih menurut Forbes, saham perusahaan tersebut anjlok 30 persen tahun lalu karena penurunan harga sawit di pasaran.

Eka juga telah mengakuisisi perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal Energy dari Bakrie, yang merupakan perusahaan tambang terbesar kelima di Indonesia.

Sinar Mas Group di bawah kepemimpinannya juga membeli gedung ikonik di London, Alphabeta Building, dengan nilai transaksi hampir US$ 400 juta pada bulan Oktober.

Sinar Mas Group menjadi perusahaan besar yang berkembang dengan memiliki banyak lini bisnis. Selain perkebunan kelapa sawit, perusahaan ini juga membangun anak usaha yang bergerak di sektor perbankan, properti, produsen kertas, hingga manufaktur.

Tak heran, dengan bisnisnya tersebut, Eka menjadi orang terkaya di Republik ini.

Eka adalah salah satu orang terkaya yang menjalankan bisnisnya bukan dari leluhurnya, alias meniti karir dari awal.

Dia lahir di China tahun 1923 lalu dengan nama Oei Ek Tjhong. Ia pindah ke Indonesia saat berumur 9 tahun, yakni sekitar tahun 1932. Kota yang ditujunya kala itu adalah Makassar.

Menurut sumber itu juga, Eka tidak sempat mengenyam bangku sekolah tinggi. Dia hanya lulusan sekolah dasar atau SD karena keterbatasan biaya. Bahkan untuk pindah ke Indonesia saja, keluarganya dikabarkan harus meminjam uang ke rentenir dengan bunga yang besar.

Beranjak remaja, benih-benih bisnis sudah mulai tumbuh dalam dirinya. Di umur 15 tahun, dia mulai mencoba berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian menjajakannya.

Singkat cerita di tahun 1980, ia memutuskan untuk menjadi seorang wirausahawan. Ia membeli sebidang kebun kelapa sawit dengan luas 10 ribu hektare di Riau. Ia juga membeli mesin dan pabrik yang bisa menampung hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang ia bangun berkembang pesat yang membuat pria ini terus berupaya untuk meningkatkannya. Di tahun 1981, dia membeli perkebunan berikut pabrik teh dengan luas 1.000 hektare, sedangkan pabriknya berkapasitas 20 ribu ton. Bisnisnya terus berkembang hingga kini dengan merambah ke sektor bisnis yang lain.

Kini Sinarmas tersohor dengan banyaknya proyek properti besar yang dibangun di sejumlah provinsi di Indonesia melalui anak usahanya Sinarmas Land.

Tak hanya itu, dilansir dari situs orangterkayaindonesia.com, Sinarmas Land juga merambah ke Asia Timur dengan membangun proyek perumahan di Shenyang, Chengdu di China. Selain itu Sinarmas Land juga membangun proyek komersial dan bisnis yakni Orchard Tower di Singapura.(Zul/Nrm)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment