Asal Usul Julukan Unik Beberapa Klub Sepak Bola Dunia


  • Juventus - La Vecchia Signora
Julukan ini diberikan kepada Juventus karena tim ini adalah tim yang tertua dan salah satu yang tersukses di Liga Italia. La Vecchia Signora berarti Si Nyonya Tua
  •  Chievo Verona – Mussi Volanti
 Mussi Volanti berarti Si Keledai Terbang. Julukan lucu ini disematkan pada Chievo Verona setelah tak terduga bisa naik kasta ke Liga Serie-A Italia pada tahun 2001. Pada masa itu, ambisi Chievo Verona untuk promosi ke liga elit Italia ini hanya jadi bahan tertawaan supporter rival sekotanya Hellas Verona yang memang lebih populer di kota Verona. Mereka berujar: "Hanya bila keledai bisa terbang, baru Chievo akan sampai ke Serie A." Ternyata Chievo berhasil naik ke Serie-A dan semenjak itu tim underdog yang bermain mengesankan selama musim pertamanya di Serie-A ini dijuluki Mussi Volanti.

  •  Arsenal - The Gunners
 Klub ini dibentuk oleh para pekerja di Woolwich Arsenal Armament Factory pada tahun 1886. Awalnya bernama Dial Square, kemudian diganti menjadi Woolwich Arsenal sebelum akhirnya menyandang nama Arsenal seperti sekarang pada tahun 1913. Julukan The Gunners (Si Pembuat Meriam) masih bertahan hingga sekarang walaupun klub sudah pindah ke London Utara.
  •  River Plate - Los Millionaros
 Klub sepakbola raksasa dari Argentina ini disebut Los Millionaros atau Sang Milyuner setelah mereka pindah markas dari Boca (notabene saat itu adalah distrik pekerja dari kota Buenos Aires) ke daerah yang lebih makmur di tahun 1938.
Catatan lain juga menyebutkan asal mula asal mula julukan ini karena transfer fantastis untuk membeli Carlos Peucelle dari Sportivo Buenos Aires pada tahun 1926 yang nilainya mencapai 10.000 Peso.
  •  Atletico Madrid - Los Colchoneros
Klub dari Spanyol ini dijuluki demikian yang artinya Si Pembuat Kasur karena seragam mereka mengingatkan orang pada motif tradisional kasur orang Spanyol.
  •  Everton - The Toffees/ Toffeemen
The Toffees artinya Si Gula-gula. Klub yang bermarkas di kota Liverpool ini dijuluki demikian karena dulunya ada kedai gula-gula terkenal yang menjual 'Gula-gula Everton' dan letaknya persis di seberang Prince Rupert’s Tower, tugu kebanggaan warga distrik Everton.
Cerita lain menyebutkan julukan ini adalah sebutan bagi orang-orang Irlandia, yang banyak jumlahnya di Liverpool.
  •  Ipswich Town - The Tractor Boys
Julukan yang umum dari klub ini sebenarnya 'Blues' atau 'Town'. Sebutan The Tractor Boys (Si Bocah Traktor) sendiri mereka peroleh ketika mulai bermain di Premier League. Julukan (atau lebih tepatnya ejekan) ini melekat kepada klub kota Ipswich ini sebagai simbol agrikultur kota asal mereka. Kisahnya bermula ketika klub ini bermain melawan Birmingham City dan supporter lawan selalu mengejek mereka dengan kata “no noise from the Tractor Boys” (Si Bocah Traktor gak ada suaranya) setiap kekalahan mereka. Lama-kelamaan supporter Ipswich Town mulai menjuluki klubnya dengan sebutan The Tractor Boys, sebagai guyonan ketika disandingkan dengan klub lainnya yang lebih glamor.
  •  Galatasaray - Cim Bom Bom
Mulanya klub Turki ini dibuat oleh beberapa murid sekolah menegah atas dari Prancis. Ketika mereka tur ke Swiss di awal 1900an, mereka belajar lagu Swiss berjudul Jim Bom Bom. Ketika kembali ke negaranya mereka salah mengucapkannya menjadi Cim Bom Bom.
  •  Chelsea – Pensioners
Julukan klub ini mengacu pada sebutan para veteran perang, Chelsea Pensioners, yang tinggal dan dirawat di Royal Hospital Chelsea. Logo pertama klub ini di tahun 1905 memakai simbol Chelsea Pensioners, sehingga julukan ‘Pensioners’ atau ‘Pensiunan’ melekat pada mereka.
  •  Fulham – Cottagers
Asal mula julukan ini diambil dari cottage terkenal yang menjadi ikon stadion Fulham F.C., Craven Cottage.
  •  Manchester United – The Red Devils

Pada mulanya logo MU tidak mempunyai gambar setan merah. Penambahan gambar setan merah yang belakangan menjadi julukan kebanggaan klub ini bermula ketika pada 1930an sebuah klub English Rugby dari kota Salford menggelar tur ke Prancis menggunakan seragam merah dan dijuluki sebagai ‘The Red Devils’ atau ‘Si Setan Merah’. Hal tersebut didengar oleh Sir Matt Busby dan dia sangat menyukai julukan tersebut, sehingga meminta manajemen klub untuk menambahkan gambar setan merah pada logo klub mereka. Alasannya, karena sebutan ‘setan merah’ terdengar lebih mengintimidasi lawan ketimbang ‘malaikat yang baik’. Hasilnya, pada akhir 1960an logo MU ketambahan gambar setan merah dan mendongkrak citra klub tersebut.
  •  Newcastle United – Magpies, The Toon
Magpie adalah sejenis burung gagak yang di sekujur tubuhnya berwarna hitam putih. Julukan ini mengacu pada seragam klub ini yang juga berwarna hitam putih. Sedangkan julukan The Toon berasal dari salah pengucapan pada kata The Town.
  •  Tottenham Hotspur – Spurs/ Lilywhites
Julukan Spurs merupakan kependekan dari Hotspurs, nama awal klub ini pada tahun 1882. Nama Hotspur sendiri diambil dari nama karakter Harry Hotspur pada karya Shakespeare. Sedangkan julukan ‘Lilywhites’ sendiri mengacu pada seragam kandang Spurs yang berwarna putih seperti bunga Lily.
  • West Bromwich Albion – Baggies
Ada dua versi sejarah dari julukan klub ini. Pertama, yang paling terkenal, asal mulanya dari celana pendek baggie yang dipakai pemain sekitar tahun 1900an. Yang kedua, menurut sejarawan Toby Matthews, didapat dari julukan penjaga gerbang stadion yang mengantongi banyak koin Penny hasil penjualan tiket pertandingan dalam karung besar. Ketika para penjaga gerbang membawa karung-karung koin Penny ke kantor yang letaknya di sisi utama stadion, para kerumunan penonton yang dilewatinya serentak berteriak “Here come the bag men!” (Pembawa karung telah datang!). Semenjak itulah julukan ‘Bag Men’ atau ‘Baggies’ mulai dikenal.
  •  West Ham United – Hammers
Nama West Ham pada awalnya adalah Thames Ironwork Football Club yang pemainnya sebagian besar adalah para pekerja kasar. Julukan ‘The Irons’ atau ‘The Hammers’ sendiri masih melekat sampai sekarang karena akar sejarahnya yang berasal dari klub bola para pekerja. Disamping itu, logo West Ham sendiri menampilkan dua gambar palu.
  •  Bayern München – FC Hollywood
Julukan ini didapat selama masa kepelatihan dari Giovanni Trapattoni karena para pemainnya yang sering tampil di berbagai majalah dan tabloid, sehingga dapat dikatakan klubnya para selebritis lapangan hijau. Dan memang pada masa itu München diisi oleh pemain-pemain superstar yang tidak dimiliki klub lain di Liga Jerman.
  •  Real Madrid – Los Merengues, Los Galacticos, Los Vikingos
Sebutan Los Merengues berasal dari bahasa Spanyol ‘meringue’. Artinya adalah sebuah kue dari putih telur dengan toping gula di atasnya. Sebutan Merengues awalnya digunakan oleh reporter Spanyol, Matías Prats yang merujuk pada jersey Madrid zaman dulu memakai strip yang mirip tampilan kue asal Prancis tersebut. Julukan Los Merengues sempat menghilang pada era 1950an. Tapi pada 1980an julukan ini kembali populer.
Los Galacticos adalah bahasa Spanyol untuk galaksi. Julukan ini muncul setelah Presiden Florentino Perez mulai memperkenalkan kebijakan mengumpulkan pemain-pemain terhebat di dunia untuk bersatu di Santiago Bernabeu pada tahun 2000 lalu. Galacticos juga bisa bermakna ‘sangat mahal’, sehingga memang tepat Madrid menyandang sebutan ini karena pemain-pemain yang mereka punya dibeli dengan sangat mahal.
Sedangkan julukan Los Vikingos sendiri mulai terdengar pada 1970an. Penyebabnya, adalah kecenderungan manajemen Madrid mengambil pemain-pemain asal Eropa bagian utara. Karena jumlahnya sangat banyak, julukan Los Vikingos pun muncul. Maklum, kawasan Eropa utara terkenal dengan suku Viking yang melegenda.

  •  Liverpool - The Kop
Kelahiran The Kop (nama lain dari Liverpool dan Anfield) di tahun yang sama yaitu 1906. Nama yang terpajang bertuliskan The Kop di stadion Liverpool ini bukan sembarang nama. Nama ini diberikan sebagai penghormatan kepada para tentara yang di tahun tersebut berperang di sebuah bukit di Afrika, yang bernama "The Kop". Lebih dari 300 tentara Inggris tewas di sana, yang mana pasukan itu rata-rata berasal dari kota mereka, Liverpool.
Anfield pun tak mendapat perubahan yang berarti. Hingga di tahun 1928 (23 tahun kemudian), Anfield didesain ulang dan diperpanjang agar dapat menampung 30.000 penonton dengan atap yang baru. Banyak stadion-stadion di Inggris dinamai spion kop karna hanya ada 1 Kop yang asli di Inggris yaitu Anfield. Pada saat itu, Anfield-lah stadion yang paling kokoh dibandingkan dengan stadion-stadion lain di Inggris.
Di tahun 1952 adalah puncak penonton kala itu. Sebanyak 61,905 penonton memenuhi Anfield untuk menonton pertandingan antara Liverpool melawan Wolves (Wolverhamton). Pada tanggal 30 Oktober 1957 Anfield diberi lampu stadion dengan standar international (sebelumnya lampu biasa saja). Lampu tersebut diaktifkan pertama kali saat Liverpool melawan Everton (derby kota Merseyside) dalam memperingati ulang tahun ke-75 Asosiasi Sepak bola Liverpool. Di tahun 1963, salah satu sisi tribun di Anfield diubah dengan desain yang baru, yang lebih bagus serta dapat menampung 6.700 penonton dengan menghabiskan dana sebesar £350,000.
The Kop adalah sisi belakang Liverpool, di mana di tempat itu dijadikan Museum kebanggaan Liverpool F.C.
  • Inter Milan - Il Biscione
Klub yang masih bersaudara dengan AC Milan ini dijuluki Il Biscione. Biscione adalah ular yang ada dalam dongeng terkenal italia berwarna belang hitam biru, persis seragam kebanggan Inter
  •  AS Roma
AS Roma dijuluki I Lupo, dalam bahasa Italia, lupo artinya srigala, sesuai dengan lambang AS Roma, yang juga merupakan lambang kota Roma

Previous
Next Post »